_________________________________________________________________________________________________________________________
SELAMAT DATANG di AMUNTAIPOST (Portal Blog Banua Amuntai)

Anda Pengunjung Ke

Selasa, 18 Desember 2012

Optimasi Query - SBD


Data yang tersimpan dalam database semakin lama akan semakin besar ukuran atau volumenya. Kalau tidak didukung dengan kecepatan akses yang memadai maka akan semakin menurun  kinerjanya. Ukuran kinerja dalam hal ini kecepatan akses data dipengaruhi oleh banyak faktor.

A.      Optimasi pada Perintah SQL
Desain aplikasi saja tidak cukup untuk meningkatkan kinerja yang harus didukung sengan optimasi dari perintah SQL yang digunakan pada aplikasi tersebut. Dalam mendesain database, seringkali lokasi fisik data terabaikan. Karena hanya desain logik saja yang diperhatikan. Padahal untuk menampilkan hasil query dibutuhkan pencarian yang melibatkan struktur fisik penyimpanan data. Inti dari optimasi query adalah meminimalkan jalur pencarian untuk menemukan data yang disimpan dalam lokasi fisik.
Index pada database digunakan utnuk meningktakan kecepatan akses data. Pada saat query dijalankan, index mencari data dan menentukan nilai ROWID yang membantu menemukan lokasi data secara fisik. Akan tetapi penggunaan index yang tidak tepat, tidak akan meningkatkan unjuk kerja dalam hal ini kecepatan akses data.

B.      Perencanaan Eksekusi
Pada database Oracle, informasi ini dapat dilihat dengan menggunakan perintah explain plan, yang akan memberi informasi tentang rencana eksekusi dari suatu query. Informasi ini disimpan dalam tabel PLAN_TABLE yang terdapat di skema user yang mengeksekusi perintah tersebut.

C.      Faktor Lain yang berpengaruh terhadap Kecepatan Akses Data
Faktor lain yang berpengaruh terhadap kecepatan akses data, tidak hanya terletak pada optimasi perintah SQL, tetapi terhadap hal-hal lain yang berpengaruh. Diantaranya adalah optimasi aplikasi dan penggunaan cluster dan index.

D.      Optimasi Aplikasi
Dalam pembuatan aplikasi, yang perlu mendapat perhatian adalah apakah akses terhadap suatu data sudah efisien atau belum. Efisien dalam hal penggunaan obyek mendukung kecepatan akses, seperti index dan cluster. Kemudian juga bagaimana cara database didesain. Apakah desain database sudah melakukan normalisasi data secara tepat.
Terkadang normalisasi sampai level yang kesekian, tidak menjamin suatu desain yang efisien. Untuk membuat desain yang lebih tepat, kadang setelah melakukan normalisasi perlu dilakukan denormalisasi. Misalnya table yang hubungannya one-to-one dan sering di akses bersama lebih baik disatukan dalam satu table.

E.       Cluster dan Index
Cluster adalah suatu segmen yang menyimpan data dari tabel yang berbeda dalam suatu struktur fisik disk yang berdekatan. Konfigurasi ini bermanfaat untuk akses data dari beberapa tabel yang sering di-query. Penggunaan cluster secara tepat dilaksanakan setelah menganalisa tabel-tabel mana saja yang sering di-query secara bersamaan menggunakan perintah SQL.
Jika aplikasi sering melakukan query dengan menggunakan suatu kolom yang berada pada klausa WHERE, maka harus digunakan index yang melibatkan kolom tersebut. Penggunaan index yang tepat bergantung pada jenis nilai yang terdapat dalam kolom yang akan diindex. Dalam RDBMS Oracle, index B-Tree digunakan untuk kolom yang mengandung nilai yang cukup bervariasi, sedangkan untuk nilai yang tidak memiliki variasi cukup banyak, lebih baik menggunakan index bitmap.



Penulis 



Nama  : Antony Anwari Rahman
NIM     : 5302411236
Rombel : 5

Berita Populer