_________________________________________________________________________________________________________________________
SELAMAT DATANG di AMUNTAIPOST (Portal Blog Banua Amuntai)

Anda Pengunjung Ke

Rabu, 27 November 2013

Objek Wisata di Hulu Sungai Utara

oleh : Antony Rahman




Kota Wisata di Kalimantan Selatan yang dipromosikan oleh www.indonesia-tourism.com adalah kota Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Hulu Sungai Selatan, Hulu Sungai Utara, dan Tanah Bumbu.

Di Hulu Sungai Utara (HSU) yang dipromosikan hanya CANDI AGUNG AMUNTAI, melihat kondisi terakhir sudah ada tindakan yang baik dilakukan oleh Pemkab HSU untuk menata objek wisata potensial ini. Dengan membuat taman dan membuat danau kecil yang diatasnya ada "titian" untuk pejalan kaki mengelilingi CANDI AGUNG.

Naah pengunjung atau warga sekitar juga harus berperan aktif untuk menjaga lingkungan candi agar tetap tertata rapi, dan bersih, jangan sampai ada coretan - coretan di fasilitas yang ada disana. Banyak terlihat tulisan-tulisan yang mengotori fasilitas CANDI AGUNG, lihat saja ada tulisan pakai Pulpen, spidol, Tipe-X, ataupun cat semprot. Kebiasaan buruk corat coret fasilitas umum. !!! Dan merusak beberapa bagian fasilitas Candi.

CANDI AGUNG AMUNTAI saat ini satu-satunya objek wisata yang paling potensial untuk bisa mendatangkan wisatawan berkunjung ke Amuntai. Jika CANDI AGUNG dikotori/dirusak seperti itu apa lagi yang bisa kita banggakan sebagai objek wisata di HULU SUNGAI UTARA ??

Objek wisata lainnya masih belum diurus dengan baik. Diharapkan peran pemerintah daerah dalam mengembangkan sektor pariwisata untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hulu Sungai Utara Daerah Tertinggal, Kaya Prestasi


Oleh : Antony Rahman 


 

Amuntaipost.com -- Hulu Sungai Utara (HSU) dulunya merupakan daerah KAYA mendadak menjadi daerah TERTINGGAL setelah Tabalong dan Balangan daerah kaya SDA pertambangan dan perkebunan memilih memisahkan diri. Tapi hebat, orang-orang HSU tidak mengeluh dalam predikat daerah tertinggal. Di segala bidang prestasi orang HSU cukup membanggakan.

Di sektor pertanian, HSU mampu menyuplai ketersediaan beras, dan bibit padi kualitas unggul. Melimpahnya lahan rawa menjadi sumber ketersediaan pangan, dan juga dapat menjadi lahan perikanan tambak, sumur, dan perikanan musim hujan.

Di sektor perdagangan, HSU terkenal dengan harga barang yang relatif murah sehingga menjadi pusat perdagangan, dan pedagang HSU mampu berekspansi keluar daerah seperti Kaltim, Kalteng, Jakarta, Surabaya, Riau hingga ke Arab Saudi.

Di sektor kerajinan, HSU terkenal dengan produksi pakaian jadi seperti kerudung, peci, seragam sekolah, baju muslim, mukena, dll yang sudah mengekspor ke Arab Saudi. Kerajinan anyaman rotan, purun,paring juga menjadi primadona, Industri perabotan kayu sudah menurun tetapi industri pembuatan perabotan rumah tangga dari aluminium meningkat drastis.

Di sektor pendidikan, HSU sudah menerapkan pendidikan gratis jadi cukup menjamin kualitas pendidikan warganya. Siswa-siswi pada ajang kejuaraan banyak menorehkan prestasi baik di bidang sains dan keolahragaan. Pada bidang sains sudah banyak yg dikirim ke tingkat nasional, Bahkan pada bidang keolahragaan mampu mengirimkan atlit dayung untuk PON Riau 2012 dan meraih prestasi gemilang.

Di sektor Pariwisata, HSU menjadi salah satu kabupaten yang dipromosikan secara internasional melalui website www.indonesia-tourism.com . Objek wisata yang ada di HSU yaitu Candi Agung Amuntai, Kerbau Rawa di Bararawa-Paminggir, Danau warna Tabur, Waterboom, dan Plaza Amuntai.

Di sektor peternakan, HSU merupakan sentral produksi itik alabio, penghasil dan penyuplai telur itik terbesar se kalimantan selatan. Populasi itik alabio di HSU mencapai 1,4 juta ekor dari 4 juta ekor se Kalimantan Selatan. Dan masih banyak sektor lainnya.

BANGGA JADI URANG HULU SUNGAI UTARA !!!

Minggu, 07 Juli 2013

"Sang Pengadil Yang Tak Lagi Adil"

Penulis : Antony Rahman
Wajah suram liga sepakbola negeri ini kembali menjadi semakin suram. Berpuluh - puluh tahun sepertinya tak ada perubahan yang berarti. Apa mau dikata inilah wajah sepakbola Indonesia, hiburan rakyat yang sungguh banyak memiliki beragam cerita menarik untuk dibicarakan. Satu yang paling menarik untuk dibicarakan adalah Sang Pengadil Lapangan Hijau. 

Sempat terlihat adanya perbaikan kualitas sang pengadil lapangan hijau. Tapi, kini tak jarang sang pengadil pertandingan sering bertingkah aneh, sehingga terkesan memihak pada sang empunya lapangan. Tamu hanya sekedar tamu yang datang untuk bertanding dengan target mampu meraih angka. Tuan rumah selaku empunya lapangan melakukan cara untuk mengamankan angka. Entah benar atau tidak, Pengadil dimanfaatkan untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Baik yang kasat mata bahkan ada yang terang-terangan. Ya inilah liga kita, tempat tim kesayangan berlaga. Semua kerja keras hanya untuk mencari sesuap nasi bagi keluarga, demi menghibur rakyat Indonesia dan demi kebanggaan tim. 

Inilah potret pengadil lapangan hijau, yang jujur dapat penghargaan terbaik dari semua pihak yang menginginkan terciptanya Fair Play, dan yang "main mata" dapat penghargaan berupa tambahan sesuap nasi dari empunya lapangan, tapi juga dapat kecamaan dari banyak pihak. Maka terciptalah Sang Pengadil yang tak lagi Adil hanya mementingkan kepentingan perut, tetapi lupa akan tugas mulianya.

Negeri ini punya Assosiasi sepakbola yang memiliki aturan/peraturan dan menaungi semua pihak yang terlibat dalam sepakbola, menaungi klub, pemain, pelatih, wasit, dan lainnya. Tapi apa kerja mereka di atas sana. Apakah mereka melihat fenomena yang terjadi terus menerus yang tak berujung ini ? Fenomena yang setiap waktu terus terjadi. 

Istilah FAIR PLAY dan RESPECT masih sekedar mimpi dan khayal yang terlampau tinggi jika kondisinya masih seperti ini.

Minggu, 03 Maret 2013

Kabupaten HSU Tuan Rumah STQN XIX

AMUNTAI,Amuntaipost.com -- Semenjak ditunjuk sebagai tuan rumah pelaksanaan Seleksi Tilawatil Qur'an Nasional ke-19 tingkat Provinsi Kalimantan Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara  telah mulai berbenah melakukan persiapan.

Berbagai persiapan seleksi yang telah disiapkan panitia penyelenggara Rabu (27/2) diantaranya evaluasi dan arahan langsung dari Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) Drs H Abdul Wahid HK selaku Ketua Umum Panitia Seleksi Tilawatil Qur'an Nasional (STQN) ke 19 tingkat Provinsi Kalsel di HSU.  

Ketua Lembaga Pembinaan Tilawatil Qur'an (LPTQ) HSU Drs.HM Suharyanto MSi menginformasikan persiapan untuk mensukseskan pelaksanaan STQN tersisa dua bulan lagi dan pelaksanaannya dijadwalkan akan dibuka bersamaan dengan peringatan hari Jadi Kabupaten HSU ke 61 pada 1 Mei mendatang.

Pihak LPTQ HSU sendiri memperkirakan sebanyak lebih dari 1750 peserta kafilah dari 13 kabupaten /kota se-Kalsel akan berdatangan di Kabupaten HSU untuk mengikuti ajang STQN ke 19 yang rencananya akan diselenggarakan 1  hingga 7 Mei 2013 tersebut sehingga pihak panitia diminta mempersiapkan sejak dini perhelatan akbar tersebut.

Sebanyak 227 orang panitia akan menangani sebanyak 21 bidang kegiatan kepanitiaan yang dalam pelaksanaan STQN nanti turut di bantu pihak even organisir yang ditunjuk.
Suharyanto menargetkan tiga bidang sukses yang harus diraih HSU dalam menyelenggarakan event STQN ini yakni sukses menyelenggarakan event ini, sukses melaksanakan Hari Jadi Kabupaten HSU ke 61 dan sukses meraih juara umum sebagai tuan rumah."Sebagai tuan rumah tentu mengharapkan meraih juara umum dan untuk ini LPTQ bersama Kementerian Agama akan mempersiapkan peserta
kafilah HSU agar meraih juara" Ujar Suharyanto.

Suharyanto memaparkan pembukaan STQN yang rencananya akan dilangsungkan tanggal 1 Mei mendatang akan didahului pawai ta'aruf yang diikuti 13 kafilah kabupaten/ kota.
Rencananya, pembukaan akan diisi dengan pertunjukan tari kolosal oleh para pelajar serta remaja dan sepanjang pelaksanaan STQN akan dimeriahkan pertunjukan islami seperti rebana dan lainnya."Selain itu di dekat panggung utama yang berlokasi di lapangan Pahlawan Amuntai juga akan digelar pameran produk dan kerajinan islami" jelasnya.

Dimana lokasi pameran digelar berdekatan dengan lokasi panggung utama, yakni disepanjang ruas jalan Basuki Rahmat sehingga masyarakat tetap termotivasi untuk turut menyaksikan aksi para qari dan qariah sepanjang event STQN berlangsung.  Pihak panitia akan mempersiapkan rumah-rumah penduduk disekitar lapangan untuk dijadikan pemondokan kafilah, seperti di Kelurahan Murung Sari, Kebun Sari, Antasari, Paliwara, Palampitan hingga Sungai Malang.

Bupati HSU Abdul Wahid meminta pihak panitia untuk sejak dini melakukan sosialisasi ketengah masyarakat terkait rencana digelarnya STQN.  Ia berharap kota Amuntai terlihat lebih gemerlap di malam hari dan meningkatkan kebersihan kota Amuntai.

Peserta Rakor persiapan STQN mengusulkan agar suasana Kota Amuntai dipersiapkan lebih islami lagi dengan membuat reklame kaligrafi dan hadist serta pesan-pesan islami guna menunjang suasana damai selama STQN berlangsung.

Selain itu Kebersihan kota juga harus ditingkatkan. Rencananya Pemda HSU selama menjelang pelaksanaan STQN akan melaksanakan kegiatan Jumat bersih secara rutin bersama-sama dengan jajaran unsur muspida. "Semoga dengan kerjasama dan kekompakan seluruh panitia dengan di bantu pihak event organisir dan warga masyarakat HSU maka pelaksanaan STQN di daerah kita dapat terlaksana dengan sukses dan lancar" tandas bupati. (humas/mar)

Sumber : Radar Banjarmasin

Kamis, 10 Januari 2013

Anak Luka-luka Setelah Puting Beliung

MARTAPURA, Amuntaipost.com -- Selain rusak puluhan rumah, angin kencang yang terjadi siang kemarin di Kabupaten Banjar juga mengakibatkan sedikitnya 2 orang alami luka-luka akibat terkena pohon tumbang dan beberapa serpihan kayu.Data yang berhasil dihimpun Radar Banjarmasin, bayi M Fikri Atamimi 20 bulan, alami luka pada kepala bagian belakang dan luka sobek di bagian belakang sepanjang 15 cm. akibatnya bayi tersebut harus mendapatkan intensif di Rumah Sakit Ratu Zalecha.

Amriyah, ibu bayi tersebut mengungkapkan, saat kejadian anaknya sedang tidur dalam ayunan dan setelah beberapa menit, tiba-tiba angin kencang datang dan langsung mengangkat atap rumahnya. “Anak saya yang masih dalam ayunan tersebut terbang bersama dengan atap tersebut dan terlempar sekitar 20 meter dari rumah,” ungkapnya saat di rumah sakit. Setelah kejadian lanjutnya, dirinya panik dan tidak tahu dimana anaknya karena tidak ada dalam rumah. Baru setelah sekitar 15 menit anaknya ditemukan tepat berada dibawah reruntuhan atap yang berjarak sekitar 20 cm.

“Saat itu Fikri tidak menangis sehingga tidak diketahui keberadaannya, baru setelah ditemukan tetangga dan melihat saya, dia menangis dengan badan yang sudah penuh dengan darah,” ungkapnya. Akibat terlempar, Fikri harus mendapatkan 15 jahitan di belakangnya disamping tulang belakangnya.“Untung saja luka tersebut tidak sampai tulang dan hanya sampai selaput otot saja,” ungkap salah satu perawat di RS Raza. Korban lainnya adalah M Iqbal(17) warga Komp Citra Permata Biru Blok 4 Kelurahan Sekumpul Kecamatan Martapura Kota, juga harus mendapatkan perawatan intensif karena luka di bagian di dada kiri bagian samping.

Saat angin kencang datang, Iqbal sedang naik motor di kawasan sekitar Jl SMP desa Indrasari dan tiba-tiba dirinya ditimpa pohon yang tumbang akibat tiupan angin kencang tersebut.Untung saja tidak ada luka patah akibat tertimpa pohon tersebut, karena tidak kena telak walaupun begitu dia mendapat beberapa luka dan paling parah adalah luka di dada samping tersebut yang panjangnya sekitar 20 cm,” ujar kakak korban Abdurrahman. 


Sumber : Radar Banjarmasin     ||    editor : Antony Rahman

Rabu, 09 Januari 2013

Profil Pelatih PS Barito Putera



Profil Pelatih Barito Putera 



Nama : Salahudin
Tempat Lahir : Palembang
Tanggal Lahir : 30 Januari 1970
Isteri :  Siti Mutia
Anak :     - Okto Dewo
                - Siti Liani
                - Dintia Putra
Asal : Desa Maur, Musirawas, Palembang (Sumatera Selatan)
Sekarang : Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Karier :
*Pemain :
Klub Amatir :
                - Pemain pada kompetisi Piala Soeratin 1986
                - Diklat Palembang 1987
                - Diklat Ragunan 1989
Klub Professional :
                - PS Barito Putera (1989 - 2000)
                - Mitra Kalteng Putra ( 2000-2002)
                - PSS Sleman ( 2002 - 2003)
                - Persegi Gianyar Bali (2004)
Timnas :
Timnas Pelajar ( 1986-Hongkong, 1987-Singapura)
Timnas U-19 (1988)
Timnas U-21 (1989-Thailand)
Timnas Senior (1989 persiapan seagames)
Timnas Senior (1990 Piala Presiden di Korea Selatan)
Timnas Senior (1991 Seagames Manila,*Medali Emas)
Timnas Senior (1993-1994 Prakualifikasi Piala Dunia USA)

*Kepelatihan :
Persepar Palangkaraya (2004-2007)
PS Barito Putera (2007-Sekarang)

Prestasi Kepelatihan :
2004 - 2007 : Membawa Persepar dari Divisi III promosi ke Divisi II dan promosi ke Divisi I BLAI
2008             : Membawa Barito Putera Juara 1 Divisi II BLAI
2009 - 2010 : Divisi I
2010 - 2011 : Posisi 5 grup III Divisi Utama
2011 - 2012 : Juara 1 Divisi Utama Liga Indonesia

2012 - 2013 : Ranking 6 ISL 2013
2012 - Sekarang : Indonesia Super League (ISL).


Penulis : Antony Rahman

Berita Populer