_________________________________________________________________________________________________________________________
SELAMAT DATANG di AMUNTAIPOST (Portal Blog Banua Amuntai)

Anda Pengunjung Ke

Minggu, 08 Juni 2014

Pelacur di Brazil Mulai Belajar Bahasa Inggris



Amuntaipost.com - Piala Dunia 2014 diperkirakan akan menyedot sekitar 3,7 juta fans sepak bola dari seluruh dunia untuk datang ke Brasil. Hal itu tentu saja merupakan potensi besar untuk meraup keuntungan di berbagai bidang bisnis, tak terkecuali dalam bisnis prostitusi.

Apalagi bisnis prostitusi di Brasil merupakan hal legal, artinya diperbolehkan karena ada undang-undang yang memperbolehkannya. Meski demikian, Pemerintah Brasil memberlakukan batasan umur minimum bagi perempuan yang terjun ke dunia prostitusi. Anak di bawah umur tidak dibenarkan untuk ambil bagian dalam praktek prostitusi.

Baru-baru ini, menjelang Piala Dunia yang akan dimulai pada 12 Juni nanti, sebuah kota di Brasil yakni Belo Horizonte membuka kelas untuk kursus bahasa Inggris singkat bagi para pelacur. Kursus tersebut ditawarkan oleh Asosiasi Prostitusi Regional Belo Horizonte sejak bulan Maret lalu. Para pelacur ini juga akan menerima pembayaran lewat kartu kredit selama Piala Dunia berlangsung.

"Di Brasil, banyak bisnis di sektor swasta yang semakin siap dan membuat pekerjaan mereka lebih berkualitas selama Piala Dunia. Nah, ini (pelacur) juga merupakan sebuah profesi," kata Presiden Asosiasi Prostitusi, Cida Vieira kepada CNN.

Cida menuturkan bahasa Inggris menjadi penting bagi para pelacur selama Piala Dunia supaya komunikasi dengan calon klien yang datang dari berbagai negara itu cukup lancar. Para pelacur ini juga diajarkan bagaimana menggunakan kosakata yang menggoda dan sensual.

"Mereka harus belajar bagaimana bekerja diluar tawar menawar harga dan menggunakan kosakata yang sensual dan menggoda," tuturnya.

Vieira mengatakan pada saat kelas baru pertama dibuka, ada 20 pelacur yang mendaftar. Namun hingga saat ini setidaknya ada 300 pelacur yang berpartisipasi dalam kelas tersebut. Selain belajar bahasa Inggris, para pelacur ini juga ditawarkan mengikuti kelas bahasa Italia dan Prancis.

"Ini penting untuk menjaga martabat pekerjaan. Para wanita harus mampu menegosiasikan harga yang adil dan membela diri," jelasnya.

Sedangkan Igor Fuchs, relawan Asosiasi Prostitusi yang menjadi instruktur kelas bahasa Inggris, menjelaskan didalam kelas juga diajarkan ekspresi dasar bagaimana menggunakan perlengkapan erotis sehingga para pelacur ini cukup lihai memakainya.

Adapun di Belo Horizonte, setidaknya ada 80 ribu pelaku prostitusi dan 4.000 diantaranya merupakan anggota asosiasi. Kebijakan pemerintah Brasil yang melegalkan prostitusi, membuat negara peraih lima kali juara Piala Dunia itu menjadi magnet tujuan wisata seksual bagi para turis yang mencari pengalaman seksual di luar negeri.

Kementerian Kesehatan Brasil juga sempat diprotes akibat menyampaikan sosialisasi mengenai penularan penyakit seksual yang dianggap kurang tepat. Sosialisasi tersebut kurang mengena, karena bunyi pesan sebelumnya hanya imbauan agar tidak sembarangan berhubungan seksual jika tidak menggunakan kondom.

Beberapa bunyi kampanye Kementerian Kesehatan Brasil seperti 'saya senang menjadi seorang pelacur' atau 'saya tidak bisa dilihat tanpa kondom, sayangku' telah dihapus dari website resmi pemerintah Brasil karena derasnya kritik yang datang.

"Saya pikir ini bukan sebuah pesan yang harus disampaikan. Seharusnya kementerian fokus pada pesan yang memberikan orientasi tentang bagaimana mencegah penyakit menular seksual," kata Menteri Kesehatan Brasil, Alexandre Padilha.


Sumber : Banjarmasinpost | Publisher : Antony Rahman

Berita Populer